Home
Kembali
Kesbangpol DKI Jakarta Terus Tingkatkan Literacy Politik Perempuan

Kesbangpol DKI Jakarta Terus Tingkatkan Literacy Politik Perempuan


Jumat, 26 Juli 2019 - 14:18:21 WIB - Dibaca : 103 Pengunjung

Cisarua – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta terus tingkatkan literacy politik kaum perempuan. Peningkatan pengetahuan politik ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi politik kaum hawa di parlemen.

Pernyataan itu disampaikan Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka program Peningkatan Kapasitas Perempuan di Lembaga Politik dalam Rangka Kesetaraan Gender Angkatan I  Tahun 2019″ di hotel Rizen, Cisarua, Bogor, Rabu (24/7/2019).

Menurut Taufan,  pemda DKI berkepentingan dengan peningkatan pengetahuan politik kaum perempuan khususnya di parlemen. Tujuannya tak lain dengan kaum perempuan menjadi cerdas, maka mereka bisa menjadi mitra handal Pemda  dalam pembuatan kebijakan. Soalnya, yang memahami  kebijakan perempuan kan hanya kaum perempuan sendiri.

“Kami percayakan agenda kesejahteraan kaum perempuan itu sebaiknya dibuat oleh kaum hawa” gugat Taufan.

Kegiatan ini menghadirkan 100 aktivis perempuan dari berbagai organisasi perempuan di ibukota.

Menurut Taufan, Kesbangpol DKI mendukung terus program peningkatan perempuan agar  cerdas dalam  memasuki dunia politik.

Kesbangpol DKI Jakarta pada saat yang sama mengajak kaum perempuan peka terhadap isu aktual yang dihadapi Pemda Jakarta. Salah satunya yaitu masalah pengungsi dari manca negara yang ada sekitar 14.000 di Jakarta. Mereka datang untuk mencari suaka politik ke Australia namun ditolak dan akhirnya mendiami Indonesia sampai mereka mendapatkan negara tujuan yang mereka inginkan.

Pemda, kata Taufan bekerjasama dengan UNHCR dan IOM terus memdata kebutuhan pengungsi. Bahkan Pemda juga memfasilitasi pemberian makan para pengungsi.

“Ibu-ibu kalau mau bantu mereka silahkan. Mereka butuh pampers untuk bayi, obat-obatan, dan selimut,” paparnya.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pendidikan Budaya Politik, Handoko K. Murhestriyarsi mengatakan ada 3 sasaran kegiatan ini. Pertama, untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran mengenai peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik dalam rangka kesetaraan gender serta implementasinya dalam kehidupan berdemokrasi di Provinsi DKI Jakarta.

Kedua, memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai bekal ilmu mengenai peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik sebagai perwujudan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, mendorong partisipasi pengenalan dan tanggung jawab Masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pengintegrasian peningkatan kapasitas perempuan di lembaga politik dalam rangka keterangan negara untuk mendukung peningkatan keterwakilan perempuan sehingga dapat memenuhi kuota 30% di lembaga legislatif

 

 

Kegiatan dilaksanakan 3 hari 2 malam pada hari Rabu sampai Jumat tanggal 26 sampai dengan 26 Juli bertempat di Hotel rizen Premiere Jalan Raya Puncak Cianjur.
Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 110 orang terdiri dari ormas perempuan di provinsi di Jakarta yaitu ikatan pengusaha Muslimah Indonesia atau ipemi DKI Jakarta 30 orang, Gerakan persatuan perempuan Kosgoro 57(GPPK) DKI Jakarta 30 orang, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI DKI Jakarta 25 orang, Badan Kerjasama Organisasi Wanita atau BKOW DKI Jakarta 25 orang.

Adapun Narasumbernya yaitu
Materi I “Meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan perempuan dalam rangka kesetaraan gender di era globalisasi” DR.Haris Sarwoko.(wakil rektor UMJ.)
Sesi 2 “Aspek-aspek kebijakan negara yang mendukung kesetaraan gender di bidang politik” Dr.Ubedillah Badrun (Akedmisi UNJ)
Sesi 3 “Sikap dan kesiapan perempuan dalam dinamika politik nasional pasca Pemilu serentak 2019 dalam mendukung perkembangan demokrasi Indonesia”Fajar Nursahid,So Sos M Si.( akademisi Universitas Bakrie)
S

Sesi 4 “Ttinggal membangun potensi dan kepercayaan diri dengan bahasa dalam wadah organisasi perempuan)Frisca Clarissa (presenter Kompas TV).(sumber:kesbang.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda