Home
Kembali
Cegah Tawuran, Taufan Ajak Karang Taruna Tingkatkan Pengetahuan

Cegah Tawuran, Taufan Ajak Karang Taruna Tingkatkan Pengetahuan


Senin, 22 Juli 2019 - 09:17:52 WIB - Dibaca : 10 Pengunjung

Cisarua – Dinamika kehidupan di Jakarta sepanjang tahun politik sejak 2017-2019 telah banyak merubah wajah ibukota. Jakarta telah menjadi kota yang paling disoroti daerah termasuk dunia.

Karena itu, guna memberi pemahaman kepada generasi muda khususnya yang tergabung dalam Karang Taruna tentang perkembangan ibukota paska Pemilu, Kesbangpol DKI Jakarta menggelar “Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran 2019 Angkatan Ke -2” selama 2 hari 3 malam, Senin-Rabu, 22-24 Juli 2019.

Dalam sambutan pembukaannya, Senin (22/7/2019), Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si mengatakan adalah penting bagi kaum milineal memahami sumber-sumber konflik sebagai penyebab tawuran di ibukota.

“Saat ini sudah tidak ada lagi kubu 01 dan 02. Kini saatnya 03 yaitu persatuan Indonesia yang harus diutamakan,” ujar Taufan.

Alumni Kebijakan Publik Pasca Sarjana UGM ini menjelaskan, Jakarta kini juga sudah menjadi kota persinggahan warga dunia mulai dari yang datang secara sengaja untuk bekerja sebagai akibat kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean/MEA, maupun mereka yang datang sebagai pengungsi lantaran negeri mereka porak poranda akibat perang yang tak berkeseduhan.

Agar tak kalah bersaing, Taufan menggugah anggota Karang Taruna agar terus meningkatkan diri termasuk meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya.

Gubernur DKI Jakarta Pak Anies telah menyiapkan anggaran khusus untuk memberdayakan Karang Taruna. Karena itu, sudah waktunya Karang Taruna meningkatkan kemampuannya dalam membuat proposal dan mengajukan program ke Pemda.

“Karang Taruna adalah aset Pemda yang harus ditingkatkan skill dan profesionalitasnya. Nah kegiatan ini dimaksudkan sebagai bagian dari kepedulian Pemda kepada Karang Taruna,” ujar Taufan.

Pada akhir sambutannya Taufan meminta agar Karang Taruna terus menjadi agen pembaharuan masyarakat untuk membantu pemerintah mencegah adanya tawuran antar kampung.

“Termasuk menghidupkan kembali mekanisme Tamu Wajib Lapor 1 X 24 Jam guna mencegah adanya potensi terorisme dan radikalisme di lingkungan kita” pintanya.

Sementara itu, dalam laporannya, Kasubid Pemantauan dan Penanganan Konflik Sosial Soni Tribawa, SH menuturkan “Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran 2019 Angkatan Ke -2 ” ini diikuti 100 anggota Karang Taruna dari 5 wilayah di Jkt

Adapun Narasumbernya yaitu dari kalangan akademisi, BNN dan motivator.“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengurangi perilaku tawuran dan perilaku negatif lainnya guna terwujudnya Jakarta yang bahagia warganya dan maju kotanya,” pungkas Soni. (Sumber:kesbang.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda