Home
Kembali
Cegah Perpecahan, Taufan Minta Anggota FPK Rawat Kerukunan

Cegah Perpecahan, Taufan Minta Anggota FPK Rawat Kerukunan


Selasa, 23 Juli 2019 - 09:24:41 WIB - Dibaca : 26 Pengunjung

Cisarua – Perwakilan etnis, suku dan agama yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) memegang peranan penting dalam merawat dan menjaga kerukunan di Indonesia.

FPK adalah lembaga masyarakat yang selama ini turut dibina oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta.  Anggota FPK merupakan perwakilan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia di samping perwakilan agama-agama yang ada.

”NKRI yang berpenduduk 350 juta merupakan potensi yang harus kita rawat dan jaga ke depannya. FPK harus mengambil bagian sejarah yang penting dalam menjaga kelangsungan Indonesia ke depannya,” ujar Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si ketika membuka kegiatan Pelaksanaan Forum Kebangsaan (Bimtek) Tahun 2019 di Hotel Puncak Raya, Senin (22/7/2019).

Menurut Taufan, baru-baru ini kita menyaksikan adanya 1.200 pengungsi dari sejumlah negara yang pindah dari Kalideres ke sepanjang jalan Kebon Sirih. Mereka  mengungsi karena di dalam negerinya mengalami kegagalan dalam menjaga kerukunan.

“Menjaga kerukunan itu mahal dan kita sudah saksikan di depan mata kita pengungsi yang berasal dari Afghanistan, Somalia, Irak, Rohingnya mengungsi ke kita karena ditolak masuk ke Australia. Kita tentu tidak ingin bernasib seperti mereka karena itu peran FPK menjadi sangat penting dan strategis,” tegasnya.

Taufan menjelaskan, paska Pemilu Serentak 2019, kita sudah tidak boleh lagi terbelah sebagai sebuah bangsa dalam kubu 01 dan 02. Kita harus akhiri perbedaan yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI ini.

“Kita harus move on, dan terus memajukan ibukota tercinta ini,” paparnya.

Taufan menjelaskan, keragaman suku, bangsa, etnis, bahasa, dialek dan agama yang ada di Indonesia merupakan aset yang harus terus digali untuk memajukan bangsa dan negara ini. Kepada 100 anggota FPK Taufan meminta agar keragaman budaya ini tidak boleh dijadikan sumber konflik.

Diakui Taufan, keragaman ini diakuinya sering dijadikan sebagai sumber utama konflik. Karena itu, konflik harus dikelola dengan baik agar menjadi bermanfaat buat bangsa dan begara. Yang bisa mengelola konflik politik itu yaitu peran tokoh. Karena itu tokoh-tokoh FPK harus selalu siap tampil manapala negara memanggil. 

“Tokoh-Tokoh FPK harus bekerjasama dengan aparat terkait agar bisa mendeteksi  adanya sumber-sumber konflik di masyarakat,” harap Taufan.

Salah satu caranya, kata orang nomor satu di Kesbangpol DKI Jakarta ini, yaitu dengan menghidupkan kembali sistem pengawasan Tamu Wajib Lapor 1 x 24 Jam.

“Dengan mengaktifkan kembali 1×24 jam teman-teman FPK sudah membantu pemerintah dalam turut menjaga dan merawat kerukunan an keamanan di Jakarta,” papar Taufan.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Pembauran Bangsa, Herliana, SH, MH, mengatakan bahwa “Pelaksanaan Forum Pembauran Kebangsaan atau Bimtek Angkatan 5 Tahun 2019 ini dimaksudkan untuk mendukung wawasan kebangsaan bagi masyarakat provinsi DKI Jakarta terhadap pelaksanaan pembangunan daerah.

“Tujuan adalah menyiapkan kader-kader pembauran kebangsaan yang terampil mampu memberikan bantuan teknis mengkoordinir, membina dan mengarahkan kegiatan pembauran kebangsaan guna membantu pemerintah baik pusat maupun daerah,” paparnya.

Herlina menambahkan kegiatan ini diikuti perwakilan etnis atau paguyuban atau oleh masyarakat Arab., masyarakat Bengkulu, masyarakat Sumatera Utara, masyarakat Jawa Timur, masyarakat Papua Barat., dan masyarakat Betawi.

Adapun narasumber yaitu, Kaharuddin Syah,SH,SIP,MM,M,Si dari unsur Akademisi berbicara tentang .”Kebijakan Pemantapan Persatuan Pembinaan Persatuan Bangsa, Pancasila sebagai ideologi dasar negara dan Falsafah Bangsa, ” H.M. Zamakh Sari,SH,MH, Ketua FKP Provinsi DKI Jakarta,” berbicara tentang “Rencana Kerja dan Implementasi Program Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta,” M. Taufik Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta,” bebicara soal “Penanganan Konflik Sosial dan Peranan Masyarakat dalam Bina Kamtibmas melalui Pemberdayaan Potensi Keragaman yang Ada,” Inti Supatrati, dari dosen sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawalamuda indonesia,” soal “Pembentukan Suasana atau Dinamika Kelompok Kerjasama dalam Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. ” (Sumber:kesbang.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda