Home
Kembali
Pencegahan Tawuran Pelajar di DKI Jakarta

Pencegahan Tawuran Pelajar di DKI Jakarta


Jumat, 19 September 2014 - 02:33:37 WIB - Dibaca : 455 Pengunjung

19 September 2014 - Guna memberikan serta meningkatkan pemahaman bagi generasi muda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan aksi tawuran dikalangan pelajar di wilayah Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta selenggarakan kegiatan pencegahan tawuran pelajar. Ahmad Sotar Harahap, SH.MSi Kepala Bidang Kewaspadaan Bakesbangpol DKI Jakarta yang mewakili H. Fatahillah Kepala Bakesbangpol membuka kegiatan tersebut dan disaksikan oleh Endin Kamsu.Sos selaku Kepala Sub Bidang Pemantauan dan Evaluasi yang juga ketua pelaksana. Ahmad Sotar dalam sambutannya menekankan upaya pencegahan bahkan penanggulangan aksi tawuran , tidak saja menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan saja, tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh komponen masyarakat, yaitu tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Tokoh Agama, para orang tua termasuk para pelajar itu sendiri. “ Damai itu indah dan tidak usah terprovokasi terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang nantinya membuat susah diri sendiri dan keluarga. Semua itu harus dimulai dari diri sendiri dalam mencegah dan memerangi secara lebih dini terhadap aksi tawuran, sekaligus dalam rangka mendukung Program Jakarta Pintar dan Jakarta Sehat. Sehingga kota Jakarta menjadi Kota yang tertata dan bermartabat sesuai harapan masyarakat”papar Sotar disambut aplus dari para pelajar. Melalui kegiatan itu, Sotar berharap agar menghindari pola hidup dan perilaku-perilaku yang kurang bermanfaat, seperti yang telah disebutkan diatas. Jadilah pelajar yang handal, pelajar yang mampu merubah kehidupan bangsa dan Negara, menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Karena pelajar merupakan bagian dari generasi muda, sebagai penerus bangsa, yang tentunya dapat disebut sebagai, kader bangsa, kader pimpinan, kader yang akan meneruskan estafet perjuangan, dan cita-cita bangsa di masa akan dating dan sekaligus asset bangsa, yang dapat menjadi pelopor dari suatu perubahan (agent of change). Sementara itu ketua pelaksana Endin Kamsu (Aceng), mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah di DKI Jakarta bebas dari aksi tawuran,”Sehingga para anak didik tidak terganggu dalam melakukan proses belajar mengajar yang akhirnya tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan harapan”ujar Aceng kepada Fokusjurnal.com Kegiatan ini diikuti dari unsur pelajar SLTA 5 (lima) wilayah DKI Jakarta dengan jumlah peserta 110 orang. Sedangkan narasumber yang memberikan ceramah/paparan terdiri dari Instansi/Lembaga Pendidikan, Praktisi/Akademi/Motivator. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Grand Mutiara, Cipayung, Bogor, Jawa Barat dan berlangsung hingga 15-17 September 2014.

(Sumber: fokusjurnal.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda