Home
Kembali
Taufan: Revolusi Mental Bukan Slogan Tapi Implementasi

Taufan: Revolusi Mental Bukan Slogan Tapi Implementasi


Rabu, 26 September 2018 - 16:04:02 WIB - Dibaca : 10 Pengunjung

CIPAYUNG –  Plt. Kepala Kesbangpol DKI Jakarta. Drs. Taufan Bakri, M.Si mengatakan Revolusi Mental yang diminta Presiden Joko Widodo itu  bukan hanya merupakan slogan belaka tetapi yang lebih penting adalah implementasinya dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai masyarakat, bangsa dan negara.

Pertanyataan itu disampaikan Taufan pada kegiatan Implementasi Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Nental Angkatan Ke-empat Tahun 2018 di Hotel Purnama, Bogor, Selasa (25/9/2018).

Taufan menjelaskan,  revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat dalam kurung pemerintah dan rakyat dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis integritas etos kerja dan gotong royong yang diperlukan oleh bangsa dan negara untuk bisa menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat.

Kondisi saat ini,  kata Taufan terjadi pelemahan semangat revolusi mental yang ditunjukkan dengan maraknya korupsi rendahnya etos kerja tentang etos kerja praktek hidup individualistik dan masalah mentalitas para aparat aparatur penyelenggaraan negara dan masyarakat permasalahan itu menjadikan Indonesia kehilangan model dan teladan yang baik dari penyelenggara negara bahkan masyarakat pun kehilangan kepercayaan kepada penyelenggara negara dengan melihat banyaknya kasus korupsi kolusi dan nepotisme di lingkungan eksekutif legislatif yudikatif.

“Kita butuh suatu gerakan perubahan total dan fundamental tentang cara pandang, pikir cara kerja, cara hidup, cara sikap dan perilaku yang berorientasi kepada perubahan-perubahan kemajuan untuk mewujudkan Indonesia yang Maju Makmur Sejahtera modern bermartabat dan bebas dari KKN berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila,” gugah Taufan.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan adanya dukungan masyarakat untuk tercapainya 5 sasaran nasional revolusi mental.

Pertama Gerakan Indonesia melayani yaitu gerakan para penyelenggara negara dan masyarakat untuk meningkatkan perilaku pelayanan publik yang berintegritas.

Kedua Gerakan Indonesia bersih yaitu gerakan para aparatur negara dan masyarakat untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani di semua simpul perubahan dan tingkatan kepemimpinan.

Ketiga Gerakan Indonesia tertib yaitu gerakan para aparatur negara dan masyarakat untuk mewujudkan hidup tertib terutama di ruang publik dengan mengacu kepada asas ketertiban umum.

Kempat, Gerakan Indonesia Mandiri, yaitu gerakan para penyelenggaraan negara dan masyarakat untuk mewujudkan perilaku perilaku kreatif inovatif dan beretos kerja tinggi guna mewujudkan kemandirian di bidang pangan energi dan teknologi dalam menghadapi persaingan regional dan global.

Terakhir, yaitu Gerakan Indonesia bersatu yaitu gerakan yang penyelenggara negara dan masyarakat untuk mewujudkan perilaku saling menghargai dan gotong royong guna memperkuat jati diri dan karakter bangsa berdasarkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Pada kesempatan itu Taufan juga mengingatkan bahwa tahun depan akan ada Pemilu serentak 2019 gimana tahapannya baru saja dimulai 23 September 2018 sampai April 2019 ini yaitu masa kampanye diharapkan masyarakat untuk turut serta berpartisipasi untuk menjaga kesatuan dan politik menghindari ujaran kebencian menghindari hoax dan turut serta menjaga lingkungan agar tetap kondusif aman nyaman dan tentram. (sumber:kesbang.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda