Home
Kembali
Handoko Jelaskan Alasan Mengundang 110 Mahasiswa Kumpul dI Puncak

Handoko Jelaskan Alasan Mengundang 110 Mahasiswa Kumpul dI Puncak


Rabu, 14 November 2018 - 07:40:33 WIB - Dibaca : 26 Pengunjung

CISARUA – SEBAGAI generasi penerus, mahasiswa diharapkan mampu meneruskan estafet kepemimpinan di masa depan. Karena itu, sebagai calon pemimpin, mahasiswa harus mampu berkomunikasi dengan baik, dan santun.

Karena itu, guna mengawal  estafet regeneasi kepemimpinan ini, Kesbangpol DKI Jakarta melakuka kegiatan “Peningkatan Etika dan Budaya Politik dalam Berdemokrasi Angkatan 5 tahun 2018” di hotel Ria Diani, Bogor, Selasa (13/11/2018).

Menurut Kasubdit Pendidikan Budaya Politik, Handoko K. Murhestriyarso, kegiatan ini  merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan politik yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan unsur mahasiswa dan kalangan kampus di Provinsi DKI Jakarta.

Dijelaskannya, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran mengenai peningkatan etika dan budaya politik berdemokrasi serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari di Provinsi DKI Jakarta

Adapun tujuannya, kata Handoko, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pendidikan dan budaya politik sebagai perwujudan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mendorong partisipasi toleransi sosial pengenalan dan tanggung jawab masyarakat dalam pengimplementasian etika dan budaya politik dalam berdemokrasi terutama dalam penyampaian pendapat di muka umum.

Kegiatan ini dilaksanakan 4 hari 3 malam, Selasa-13-16 November di hotel Ria Diani Jalan Raya Puncak nomor 111 Cipayung Bogor Jawa Barat.

Peserta berjumlah 110 orang terdiri dari 6 perguruan tinggi di Jakarta: Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indraprasta, Universitas Bina Sarana Informatika Pulogadung, Universitas  MPU Tantular, dan Universitas Ibnu Chaldun.

Karena itu, lanjut Handoko, dalam rangka memperkaya pemahaman mahasiwa, pihaknya menghadirkan sejumlah pembicara yaitu Ubedilah Badrun, M.Si, Dosen dan Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, membahas “Menjadi Aktivis Kampus yang Memiliki Nilai Nilai Idealisme dan Berintegritas,” Ir. Yg Amry Gusman Zakaria,MM(motivator Indonesia), berbicara “Menghargai Perbedaan Pendapat dalam Berpolitik melalui Komunikasi yang Efektif,” dan AKBP.Dr.H.Sumaryono, SH,M.Si, Kepala Bagian Pengawasan dan Penyidikan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, mengulas, “Peran Mahasiswa dan Generasi uda dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.”

Selain itu, ada Dr.Sidrav Tahta, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) membahas “Aspek-Aspek Kebijakan Negara yang Terkait dengan Etika dan Budaya Politik dalam Berdemokrasi,” Nur said, S.Sos, M.Si, Akademi mengulas soal “Fenomena Hoax, Ujaran Kebencian dan Persekusi Menjelang Pemilu Serentak 2019 dan Dampaknya bagi Pembangunan Demokrasi di Indonesia,” dan Hari Sorongan, MM., Pengamat Sosial Politik, mengkaji “Peran Strategi Mahasiswa dalam Mendorong Pengembangan Demokrasi yang Beretika dan Berbudaya di Era Digitalisasi dan Globalisasi.”(sumber:kesbang.com)


Bagikan Melalui


Komentar Anda